Jumat , 04 Desember 2020
Posisi : Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka

RENSTRA


  1. Visi dan Misi

Visi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan periode 2014-2018 adalah ”Terwujudnya profesionalisme penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha yang mandiri, kelembagaan ekonomi petani yang maju serta ketahanan pangan mantap menuju Majalengka Makmur”  Visi ini dapat diurai menjadi beberapa kata kunci, yaitu :

  1. Profesionalisme Penyuluh, yang dimaksud dengan profesionalisme penyuluh  adalah suatu komitmen terhadap keahliannya dengan cara selalu  meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakan dalam melakukan pekerjaan.
  2. Pelaku Utama dan Pelaku Usaha yang Mandiri, yang dimaksud dengan mandiri adalah mampu mengelola usaha (baik perorangan maupun kelompok) yang efisien dan menguntungkan secara berkelanjutan serta ramah lingkungan.  Ciri dari kemandirian adalah mempunyai otoritas dan keswadayaan dalam menentukan jenis, volume dan sistem usahataninya serta kegiatan-kegiatan dalam kelompok yang dibentuknya.
  3. Kelembagaan Ekonomi Petani yang maju, yang dimaksud dengan hal ini adalah kelembagaan ekonomi petani yang telah memiliki kemitraan dengan pelaku usaha secara kontinyu, mampu merencanakan kegiatan usaha tani tahunan secara baik, dan adanya kemampuan untuk memupuk modal.
  4. Ketahanan Pangan Mantap, yang dimaksud hal ini adalah  ketika semua orang, setiap saat, memiliki akses fisik dan ekonomis pada pangan yang cukup, aman dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan makanan dan seleranya dalam rangka kehidupan yang sehat dan aktif.
  5. Majalengka Makmur, yang dimaksud dengan hal ini adalah terwujudnya suatu tatanan masyarakat, pemerintahan dan pembangunan yang maju, aman, kondusif, mandiri, unggul dan religius.

Dari visi di atas, kemudian diuraikan misi yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian visi tersebut.  Misi yang diemban untuk lima tahun ke depan adalah :

  1. Meningkatkan standar kompetensi penyuluh
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana penyuluhan
  3. Mendorong peningkatan skala usaha kelembagaan petani menjadi Lembaga Ekonomi Petani yang mandiri
  4. Meningkatkan kerjasama pelaku utama dan pelaku usaha agar tercipta sinergitas
  5. Meningkatkan capaian indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan
  1. Tujuan

Perumusan tujuan dilaksanakan dengan memperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan yang diperoleh melalui analisis SWOT. Berdasarkan kepada faktor-faktor kunci keberhasilan sebagaimana diuraikan sebelumnya, maka ditetapkan tujuan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kompetensi SDM Penyuluhan sehingga memiliki integritas yang tinggi serta berwawasan global.
  2. Meningkatkan mobilitas penyuluh dan aksesibilitas terhadap informasi dan teknologi melalui penyempurnaan sarana dan prasarana penyuluhan.
  3. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas kelembagaan penyuluhan supaya handal dengan menerapkan metodologi yang tepat.
  4. Mewujudkan ketahanan pangan melalui pemantauan ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan dengan memberdayakan kelembagaan masyarakat.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah :

  1. Terfasilitasinya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh dengan berpedoman kepada standar, akreditasi serta pola pendidikan dan pelatihan penyuluh yang sesuai dengan peraturan.
  2. Meningkatnya kompetensi pelaku utama dan pelaku usaha  dalam mengelola usahatani dan organisasinya.
  3. Tersedianya sarana penyuluhan yang diperlukan oleh penyuluh sesuai dengan kebutuhan setempat, spesifik dan tepat sasaran.
  4. Tersedianya informasi terkini dalam hal inovasi teknologi, kebijakan serta perubahan kecenderungan global, sehingga dapat cepat beradaptasi dan mengambil keputusan yang tepat.
  5. Terwujudnya Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebagai penentu kebijakan dan program penyuluhan di tingkat kabupaten.
  6. Terwujudnya Balai Penyuluhan di tingkat kecamatan sebagai pelaksana penyuluhan yang kompeten, multi sektoral, dan dipercaya oleh petani serta pelaku usaha.
  7. Meningkatnya kualitas pemantauan dan pengkajian ketahanan pangan melalui koordinasi yang sinergis dengan instasi terkait, peningkatan kemampuan aparat dan pelibatan lembaga masyarakat dalam pengelolaan ketahanan pangan.
  1. Strategi

1.  Pemberdayaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.

2.  Peningkatan kesejahteraan petani.

3.  Peningkatan penerapan teknologi pertanian, perikanan dan kehutanan.

4.  Peningkatan ketahanan pangan.

5.  Peningkatan sarana dan prasarana kerja.

  1. Kebijakan

Dalam rangka mencapai tujuan organisasi, maka telah ditetapkan beberapa kebijakan yaitu :

1.  Meningkatkan jumlah penyuluh yang memiliki sertfikasi kompetensi.

2. Peremajaan sarana dan prasarana penyuluhan dengan memanfaatkan berbagai sumber dana.

3. Meningkatkan kualitas Programa Penyuluhan sebagai landasan kerja para penyuluh.

4. Meningkatkan pembinaan terhadap kelompok tani agar mengarah kepada   Kelembagaan Ekonomi Petani yang maju.

5. Meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan.

Sekapur Sirih

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Website Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, sebagai salah satu media informasi dalam pelayanan publik bidang ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan Majalengka
 

Berita
Lomba Cipta Menu B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2018

Lomba Cipta Menu B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2018 MAJALENGKA Lomba Cipta Menu B2SA ...

Lomba Cipta Menu B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2018

TIM PENGGERAK PKK KAB. MAJALENGKA JUARA I LOMBA CIPTA MENU TK PROV. JAWA BARAT KATEGORI KREASI PENGEMBANGAN RESEP DAN CITA RASA...

Pengawasan Keamanan Pangan

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia. Pangan yang aman adalah pan...

Sistem Informasi Cadangan Pangan Masyarakat SINDANG MAS (Usulan Inovasi Dalam Rangka Pembangunan Direktori Inovasi Pemerintah)

           Pangan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar (UU 23 Tahun 201...

Kebijakan Kementerian Pertanian Terkait Produk Rekayasa Genetik (PRG)

Dalam upaya mencapai kedaulatan pangan, pembangunan pertanian saat ini dihadapkan ke dalam berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama. ...


Infotek

Hit Counter
Hari ini : 1
Total : 3857
Hits : 48
Total Hits : 84998
Online: 1