Jumat , 04 Desember 2020
Posisi : Beranda » Berita » Kebijakan Kementerian Pertanian Terkait Produk Rekayasa Genetik (PRG)

Kebijakan Kementerian Pertanian Terkait Produk Rekayasa Genetik (PRG)

administrator    Jumat, 04 Mei 2018    734

Dalam upaya mencapai kedaulatan pangan, pembangunan pertanian saat ini dihadapkan ke dalam berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama. Pada komoditas padi dan jagung misalkan tantangan terletak pada meningkatnya laju konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian, belum seimbangnya antara ragam potensi pangan dengan ragam pangan yang dikonsumsi, dan kehilangan hasil akibat serangan OPT dan pada tahap pascapanen. Oleh sebab itu, program-program Kementerian Pertanian disusun untuk memecahkan masalah tersebut secara komprehensif.  Hasil simulasi target-target Kementerian Pertanian ke depan terletak pada (1) pengurangan susut panen 1,5 %/tahun, (2) penurunan konsumsi beras 1,5% per kapita/thn, (3)peningkatan produktivitas dari 5,1 ton/ha menjadi 5,7 ton/ha dan Indeks Panendari 1,5 menjadi 1,7 melalui perbaikan 18,8%/thn dari total jaringan irigasi, penggunaan pupuk berimbang  70% dari total luas tanam, benih varietas unggul bermutu minimal 60%, pengendalian OPT dengan PHT dan spot stop mencapai 70%, peningkatan intensitas penyuluhan 50% dari total desa, dan (4) penambahan luas sawah seluas 130.000 ha.  Target tersebut, disusun dari asumsi-asumsi yang logis atas dasar kemampuan yang ada dan keterlibatan sektor-sektor lain di luar Kementerian Pertanian baik dalam penyusunan simulasi maupun di dalam implementasinya ke depan.

Kebutuhan Terhadap Benih Tanaman

Penutup

Kebijakan Kementerian Pertanian dicerminkan pada  visinya untuk mewujudkan pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani. Untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan seperangkat teknologi yang tepat untuk mengangkat posisi sumber daya genetik lokal, terutama yang mendorong kemandirian nasional dan kesejahteraan petani. Oleh karenanya, PRG diposisikan sebagai salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan secara hati-hati. Kehati-hatian ini tercermin dari persyaratan pemanfaatan produk tersebut harus melalui satu perangkat pengkajian keamanan.

(www.bppsdmp.pertanian.go.id)


tag : kebijakan, rekayasa-genetik,

Sekapur Sirih

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Datang di Website Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, sebagai salah satu media informasi dalam pelayanan publik bidang ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan Majalengka
 

Berita

Infotek

Hit Counter
Hari ini : 1
Total : 3857
Hits : 55
Total Hits : 85005
Online: 1